Mengatasi Lonjakan Tensi Saat Di Cek Dokter

Pengecekan tensi dilakukan untuk mengetahui tekanan darah seseorang. Dengan mengetahui tekanan darah seseorang akan mengetahui apakah aliran darahnya masih dalam keadaan normal atau tidak. Ada 3 jenis hasil pembacaan tekanan darah, Ada yang darah rendah, normal atau ideal, dan tekadan darah tinggi (Hipertensi). Ada berbagai patokan yang mengatakan tekanan darah itu termasuk normal atau tidak, hanya yang ideal 120/80. Angka 120 menunjukan saat jantung berkontaksi (sistol), dan 80 saat jantung tidak berkontraksi (diastol).
Sumber Gambar : well.blogs.nytimes.com

Orang yang terjangkit tekanan darah tinggi atau hipertensi harus bisa memperbaiki pola hidup dan makannya. Karena hipertensi bisa disebut sebagai silent killer (pembunuh diam-diam). Karena jika sudah memiliki hipertensi penyakit yang sering mengiringi bisa dibilang sangat berbahaya, yaitu jantung atau stroke.

Pengecekan berkala secara mendiri atau melalui bantuan doktor sangat membantu kita untuk mencegah penyakit yang berbahaya tersebut. Namun ada kalanya saat pengecekan dirumah dan diruangan doktor menunjukkan hasil yang berbeda. Dirumah terlihat normal namun saat dicek diruangan doktor tensi melonjak derastis. Hal ini tentu amat merugikan terutama kalau yang lagi tes kesehatan untuk daftar kerja di suatu BUMN (PLN, Pertamina atau BUMN lainnya). Lonjakan ini bisa disebabkan mungkin emang da punya darah tinggi, alat ukur yang dirumah dan di dokter ada perbedaan pembacaan, atau karena terkena hipertensi Jaket/ Mantel Putih atau istilah bahasa inggrisnya "White Coat Hypertension"

White Coat Hypertension adalanah kondisi dimana pasien marasa gelisah, khawatir, tertekan pada suasana keadaan rumah sakit atau di dalam ruang dokter. Jadi pengukuran tensi antara dirumah dengan dilingkungan dokter terjadi perbedaan. Namun sebelum itu perlu kita cek beberapa hal berikut:
  1. Apakah alat ukur tensi dirumah digital atau raksa?. Jika digital ada kemungkinan baterai tensi digital udah mulai habis, sehingga pembacaan tidak akurat. Jika menggunakan tensi raksa, kemungkinan cara pembacaan masih salah. Perlu disamakan pembacaannya, jadi bisa dicoba bawa alat tensinya ke dokter untuk melakukan perbandingan.
  2. Apakah kadar kolestrol tubuh tinggi atau tidak. Jadi diperlukan pengecekan lab lebih lanjut, bisa juga kok cek kadar kolestrol dengan alat digital dengan hasil cepat, murah dan cukup akurat. Jika ternyata memiliki kadar kolestrol tinggi, maka memang sewajarnya memiliki tensi yang tinggi.
Nah jika ternyata alat ukur tensi yang dimiliki dan yang digunakan dokter sama, serta kadar kolesterol tubuh dalam ambang wajar/ normal, maka ada kemungkinan anda terkena hipertensi jaket putih ini. Jika Anda terjena hipertensi jenis ini berarti Anda memang memiiki bakat untuk terkena hipertensi dikemudian hari. Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa penderita Hipertensi Jaket Putih ini kedepannya memiliki potensi persentase lebih besar untuk memiliki hipertensi ketimbang yang tidak terkena Hipertensi jaket putih ini.

Untuk mengatasi hipertensi jaket putih ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan diantaranya:
  1. Mengenal ketakutan yang ada dalam hati dan pikiran. Apakah itu karena takut disuntik, takut biaya mahal setelah pengecekan, atau ada rasa takut hasil pengukuran tidak sesuai harapan. Sadari kerakutan pribadi masing-masing, dan berusaha untuk mengakui ketakutan tersebut, menerimanya namun jangan sampai dibiarkan berlarut-larut yang dampaknya bisa menyebabkan kita semakin tertekan atau malah menyebabkan kepanikan pada pikiran kita. Jika sudah sampai sepeti ini otomatis pembacaan tensi akan melonjak.
  2. Melakukan latihan pernafasan. Bernafaslah yang dalam dan perlahan. Banyak teknik pernafasan untuk releksasi disaat kita tertekan. Contohnya: bernafaslah secara perlahan dengan menarik nafas melalui hidung selama sekitar lima detik, usahakan bernafas dengan perut atau diafragma. Jadi saat menarik nafas perut menjadi kembung terisi udara, namun dada seakan tidak mengalami pergerakan atau pengembungan. Lalu keluakan nafas secara perlahan melalui mulit, seakan mengeluarkan udara melalui sedotan selama lima detik juga. Lakukan ini beberapa kali sebelum pengecekan atau bisa dicoba saat pengecekan berlangsung. Penelitian hubungan pernafasan dan pembacaan tensi disini. 
  3. Lakukan sugesti positif pada diri. Jadi dalam hati dan pikiran katakan "saya sehat, jadi kenapa harus takut saat pemeriksaan tensi", "tensi saya normal, jadi saya harus tenang", "saya memiliki tubuh yang sehat, jadi tidak perlu deg-degan seperti ini", dst. Kata-kata ini bisa membuat kita lebih tenang dan mengurangi ketegangan. 
  4. Bayangkan berada ditempat kesukaan atau momen bahagia yang pernah dialami. Contohnya bayangin lagi berwisata ke pantai bersama keluarga atau sahabat, penuh canda tawa dan kebahagian. Dengan membayangkan hal tersebut kita secara perlahan akan menjadi lebih tenang. 
  5. Dengarkan musik klasik atau musik kesukaan yang tempo lagunya tenang. Mendengarkan lagu seperti ini akan mempengaruhi kita untuk menjadi lebih tenang dan rileks dalam menghadapi ketegangan yang dialami, dalam hal ini sebelum pengecekan tensi.
Langkah diatas hanya beberapa contoh yang bisa dilakukan, sebenarnya masih banyak yang bisa dicoba. Namun beberapa poin diatas sudah bisa membantu menghadapi Hipertensi dadakan ini. Langkah diatas akan lebih baik dipadukan saat peraktiknya. Contohnya sembari kita bernafas dalam dan perlahan kita mendengarkan musik klasik atau musik yang menenangkan, sambil membayangkan tempat yang nyaman. Saat menarik nafas bayangkan kita menyerap energi positif, dan saat membuang nafas seakan kita membuang segala energi negatif, ketakutan, kecemasan dalam diri. Sesekali kita sugesti diri, saat menarik nafas katakan dalam hati "saya sehat, saya tidak takut bertemu dokter, saya rileks, saya tenag, dst", saat membuang nafas katakan dalam hati "hialnglah ketakutan, hilanglah ketegangan, hilanglah kecemasan, dst". Dengan demikian hasil yang diperoleh akan lebih baik. Supaya lebih berefek untuk jangka panjang, lakukan hal ini secara rutin setiap harinya, dipagi hari bisa saat baru bangun tidur, atau saat malam hari saat menjelang tidur. 

Perlu jadi perhatian, usahakan sebelum pengecekan kita menjaga ketenangan diri, jangan biarkan diri sampai manjadi panik. Jika sudah panik, pikiran akan menjadi kacau, kegelisahan dan tekanan akan menjadi-jadi, dan seakan kita lepas kontrol ngak bisa mengendalikan diri. Oleh karenanya diperlukan latihan rutin untuk pengendalian diri, seperti langkah-langkah diatas.

Untuk lebih menjaga tekanan darah normal kita harus berusaha menjaga pola hidup dan makan yang sehat. Usahakan untuk olah raga secara rutin dan konsisten, tidak usah olah raga berat, cukup yang sedang dan disenangi, bersepedah contohnya. Istirahat dijaga rutin dan cukup, sekitar 6-8 jam per hari. Makanan lebih baik yang kaya serat, sepeti sayuran atau buah. Kurangi makanan bergaram tinggi dan kandungan lemak dan kolestrol yang terlalu tinggi. Dengan demikian kesehatan secara umum akan terjaga, dan secara khusus tekanan darah akan terjaga tetap normal.

Selamat Mencoba...
Semoga Bermanfaat...

Comments

Popular posts from this blog

Tips Lulus Psikotes

Penyebab tidak bisa mengupload program ke Arduino

Memperbaiki Charger Laptop (Terputus)