Sunday, May 15, 2016

Sejarah Pembangkit Listrik

Pembangkit Listrik bisa juga disebut sebagai generating station, power plant, powerhouse,generating plant , dll. Didalam dunia industri untuk menghasilkan tenaga listrik, kebanyakan pembangkit terdiri dari satu atau beberapa generator, mesin berputar yang mengubah daya gerak menjadi daya listrik. Gerakan perputaran antara medan magnet dan konduktor akan menghasilkan arus listrik. Sebgagian pembangkit listik didunia, menggunakan baan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam untuk menghasilkan listrik. Namun ada juga yang menggunakan pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir dan ada juga yang menggunakan energi terbarukan, seperti air, angin, matahari, dll.

Gambar: The Athlone Power Station in Cape Town, South Africa. (https://en.wikipedia.org/wiki/Power_station)

Sejarah
Pada tahun 1862 dirancang dan dibangun pembangkit hidro oleh Raja/Bangsawan Armstrong di Cragside. Tenaga listrik yang dihasilkan digunakan untuk menyalakan lampu, pemanas, menghasilkan air panas, menjalankan lift (tentunya lift sederhana dijamannya).

Pada awal tahun 1870, penemu belgia ZĂ©nobe Gramme menciptakan generator yang cukup kuat untuk menehasilkan daya yang mengmenehi kebutahan denagn skala industri komersial.

Pada tahun 1882 pembangkit listrik publik Edison Electric Light Station, dibangun di London. Proyek dari TThomas Edison ini diselenggarakan oleh Edward Jahnson A Babcock & Wilcox Boiler dengan bertenaga mesin uap 125- tenaga kuda yang menjalankan 2 ton generator. Listrik ini disediakan untuk tempat dan daerah yang bisa dijangkau melalui saluran-saluran jembatan tanpa menggali jalan, yang merupakan monopoli perusahaan gas. Pelanggan listriknya temasuk City Tample  dan  Old Bailey. Pelanggan penting lainya adalah Kantor telegraph dari Kantor Pos, tapi daerah ini tidak bisa dijangkau melalui saluran-saluran, sehingga Johnson mengatur untuk membuat kabel suplay menggantung di atas kepala, melalui Holborn Travern dan  Newgate.

Sistem Ac menggunakan berbagai frekuensi tergantung pada jenis beban; bebean pencahayaan menggunakan frekuensu yang lebih tinggi, dan sistem beban motor yang berat lebih memilih frekuensi yang lebih rendah. Ekonomi pembangkitan meningkat pesat, ketika sistem terpadu antara lampu dan listrik beroprasi pada frekuensi yang sama dikembangkan. Dengan pembangkitan dengan frekuensi yang sama bisa memberikan pasokan listrik ke banyak industri besar  di siang hari, bisa memberi pasokan listrik pada sistem komputer kereta api pada jam sibuk dan juaga bisa melaani beban pencahayaan pada malam hari, sehingga meningkatkan faktor beban sistem dan mengurangi biaya keseluruhan energi listrik.

Selama beberapa dekade pertama dari pembangkit pusat abad ke-20 mesin menjadi lebih besar, menggunakan tekanan uap yang lebih tinggi untuk memberikan efiiensi yang lebih besar, fan mengandalkan interkoneksi dari beberapa stasiun pembangkit untuk meningkatkan keandalan dan biaya. Transmisi AC tegangan tinggi memungkinkan listrik tenaga air untuk lebih mudah dialiri dari dari air terjun yang jauh ke pusat kota (kota yang menjadi pengguna listrik). Munculnya turbin uap dalam dalam pelayanan pembangkit pusat, sekitar tahun 1906, memungkinkan ekspansi besar kapasitas pembangkit.

Sumber diterjemahkan dan dilakukan penyesuain dari situs: https://en.wikipedia.org/wiki/Power_station

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Terbaru