Waspadai Penipuan Pembeli Online

Saat ini jual beli sudah amat di permudah. Jual beli bisa di lakukan dari rumah, dengan membeli barang dari berbagai daerah dengan variasi yang amat beragam. Namun kita harus tetap berhati-hati terhadap penipuan jual beli secara online. Nah kali ini mau sedikit share penipuan yang bisa di alami oleh penjual (yang menipu pembeli)
Sumber gambar: inputekno.com

Sedikit gambaran mengenai jual beli online. Ada penjual yang menawarkan produk atau jasa di tampilkan baik gampar atau spesifikasi lengkap secara online, bisa di medsos atau menggunakan fasilitas situs jual beli online. Ada pembeli yang tertarik maka antara pembeli alasan penjual membuat kesepakatan. Ada yang mentransfer uang secara langsung ke penjual, ada yang menggunakan pihak ke tiga sebagai penjamin bagi penjual dan pembeli. Uang akan ditahan hingga pembeli mengkonfirmasi barang telah di terima.

Biasanya penipuan dalam jual beli online bisa dialami baik penjual maupun pembeli. Kalau pembeli kasusnya ia sudah mentransfer sejumlah uang namun penjual tidak mengirimkan barang, bahkan hilang kontak setelah menerima sejumlah uang. Kalau penjual sebaliknya, barang sudah dikirim namun uang tak dikirim pembeli.

Nah sedikit berbagi pengalaman, penulis pernah menjual produk secara online, di salah satu situs jual beli online, Tokopedia. Produk yang dijual ada beberapa jenis, berupa barang dan juga jasa pengisian pulsa. Yang di modusi untuk penipuan adalah jual beli pulsa. Berikut pemaparan modus penipuan oleh pembelinya:

Pada diskusi produk pembeli menanyakan nomor WhatsApp (WA), penulis memberikan nomor yang ada nomor WA.

Tak lama kemudian ada nomor baru yang menanyakan masalah pengisian pulsa. Penulis menjelaskan biar aman dan tak ada yang menipu dan ditipu, penulis menyarankan untuk menggunakan sistem di Tokopedia. Namun pembeli ini mengatakan tidak ingin repot dan ribet, maunya langsung transfer ke rekening ATM.

Dengan agak waspada nomor ATM di berikan, dan menunggu konfirmasi juga sudah dilakukan transfer. Tak beberapa lama pembeli mengirimkan gambar bahwa telah mengirimkan sejumlah uang. Foto berupa struk transfer di dalam mesin ATM. Foto yang sangat meyakinkan. Tertulis nama pemilik rekening, uang yang disepakati, background foto di dalam mesin ATM.

Kalau foto diamati dengan teliti dan di zoom atau di perbesar, terlihat perbedaan antara tulisan yang telah di edit dengan backround kertas atau foto asli. Yang penulis lingkari adalah beberpa perbedaan  kontras yang cukup terlihat jika kita amati.

Tak percaya begitu saja, penulis mencoba mengecek saldo menggunakan mobile banking. Ternyata setelah dicek tak ada sejumlah uang yang masuk ke rekening. Hufff,.. kedok penipuan terbongkar, si ''pembeli" yang ketahuan menipu langsung memblok nomor penulis. Ditandai dengan foto profilnya di WA pembeli hilang seketika.

Kalau kita tak berhati-hati dan melakukan pengecekan, kita tentu amat mudah tertipu. Kemungkinan banyak orang yang sudah menjadi korban dengan modus ini. Harus waspada. Sistem pada Tokopedia pun sudah memberi peringatan saat saling bertukar nomor. Diistilahkan "Waspada Phishing". Ini pertanda banyak modus serupa yang bisa digunakan menipu orang.

Pelajarannya: kita harus waspada dalam bertransaksi jual beli online. Jangan pernah mau melakukan transaksi di luar sistem Marketplace yang sudah ada. Amat di hindari melakukan transaksi dengan mentransfer langsung ke nomor ATM. Pilih dan cari toko atau penjual dengan reputasi dan ulasan produk yang baik.

Ya semoga kita terhindar dari kasus penipuan dan terhindar menjadi bagian penipuan. Sebagai manusia yang beragama kita tentu meyakini semua perbuatan akan dibalas setimpal, tidak di dunia, bisa jadi balasannya di tumpuk di akhirat. Semoga kita selalu berusaha mencari Rizki dengan cara yang benar dan halal, sehingga rejeki yang kita miliki penuh keberkahan. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Lulus Psikotes

Penyebab tidak bisa mengupload program ke Arduino

Memperbaiki Charger Laptop (Terputus)