Sunday, January 31, 2016

Bagaiman caranya memutuskan hubungan dengan seseorang tanpa menyakiti hatinya?

Dikutip dari: Buku Beranda Cinta. Ditulis Oleh: Nancy D. McGregor. Penerbit: Prestasi Pustaka. 2008. Halaman 298-300.


Belum lama ini aku baru menyadari bahwa saya harus memutuskan hubungan dengan pasangan saya, tapi saya masih menundanya karena satu alasan - saya berasa bersalah bila perpisahan akan menyakti hatinya. Katanya, dia ingin tetap bersama saya dan bila saya benar-benar meninggalkannya, itu membuatnya sangat menderita. Bagaimana caranya memutuskan hubungan dengan pasangan saya, tapi tanpa harus meyebabkannya terluka?
Sumber Gambar: www.pusatcinta.com

Artikel lain:
ANDA TIDAK BISA. BETUL! ANDA PASTI MEMBUATNYA TERSIKSA. Itu seperti halnya menanyakan, " Bagaiman caranya berenang tanpa badan harus basah?," atau" Bagaimana caranya membuat telur dadar tanpa harus memecahkan kulitnya." Anda tidak bisa tidak menyakiti hatinya. Dan jika Anda berencana menunggu sampai Anda merasa Anda tidak bisa tidak menyakiti hatinya. Dan jika Anda berrencana menunggu sampai Anda merasa Anda tidak akan menyakiti hati pasanagan Anda, Anda lebih baik menikahinya sekarang juga karena apa yang Anda harapkan tidak akan pernah terjadi. Jika Anda melangkahkan kekai keluar dari rumahnya itu pasti amat menyakitkan baginya. Tapi ingatlah ini, itu akan lebih menyakitkan hatinya jika Anda menunda untuk tidak mengatakanya barang satu atau satu tahun lebih lama hanya untuk mengatakan hal yang sama pada akhirnya, yaitu," Aku selalu tahu bahwa aku seharusnya memutuskan hubungan ini sejak lama". Itu akan lebih menyakitkan hatiny karena ia dipaksa telibat suatu hubungan dengan laki-laki yang benar-benar tidak mencintainya dengan sepenuh hati; seorang laki-laki yang tidak memberikan komitmen seratus persen kepadanya yang layak dia terima.

Baiklah, ijinkan saya mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat Anda terkejut - mempertahankan hubungan bukanlah suatu cara untuk menghindari agar pasangan Anda tidak sakit hati, mempertahankan hubungan pasngan Anda tidak sakit hati, mempertahankan hubungan jauh lebih sebagai suatu cara untuk menghindari perasaan-perasaan bersalah tentang diri Anda sendiri. Anda tidak bisa terus-menerus menghindari sikap " pria tidak bertanggung jawab" atau " pemetik bunga"; Anda tidak bisa menjalani hidup ini dengan memendam rasa bersalah. Dan meskipun tampaknya Anda melindungi pasangan Anda dari penderitaan, tapi sebenarnya Anda sedang melindungi diri Anda sendiri.

Kapan pun saya mendengar cerita seperti ini, saya tahu bahwa saya sedang berbicara dengan tipe penolong [rescuer] bonafit dengan identitas dan harga diri yang terbelenggu sehingga tidak perah menyadari bahwa sesungguhnya dialah sumber penderitaan bagi seseorang yang dicintainya. Nah, kini Anda mengerti, penderitaan pasangan Andalah yang telah menarik Anda, dan yang sekarang menjebak Anda. Sejal awal Anda sudah terbelenggu oleh perasaan ini, berharap Anda alan bisa menyembukan penderitaannya dan "menyelamatkan" dirinya sehinga terbukti pada Anda adalah pribadi yang cukup baik. Sekarang Anda menyadari bahwa Anda tidak bisa mencintainya sebagaimana seharusnya dicitai. Sekali lagi, penderitaan pasangan Andalah yang telah mencabik-cabik Anda dengan cara memicu penderitaan Anda sendiri [yang dari awal sudah menjadi masalah yang riil] karena Anda tidak bisa meninggalkannya tanpa merasa bahwa Anda telah gagal.

Lepaskan pasangan Anda sekarang juga. Lepaskan pasangan Anda sehingga dia, smoga, dapat mendapatkan pasangan baru yang bisa mencintai dan menerima dirinya seperti apa adanya. Jangan menunggu esok hari. Dan, kemudian amatilah diri Anda sendiri dan carilah jauh di dalam lubuk hati Anda anak kecil yang menderita karena tidak bisa membahagiakan ibuny atau yang tidak bisa menyelamatkan ayahnya yang putus asa, dan lakukanlah satu hal penting yang seharusnya telah Anda lakukan sejak dulu-menyelamatkan anak kecil itu.

Dikutip dari: Buku Beranda Cinta. Ditulis Oleh: Nancy D. McGregor. Penerbit: Prestasi Pustaka. 2008. Halaman 298-300.

Baca juga:

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Terbaru