Sunday, November 29, 2015

Tips Bangun Malam/ Dini Hari

  1. Jangan merasa bangun malam/ dinihari itu sulit, perasaan "sulit" akan menjadi sugesti negatif yang makain memberatkan diri untuk bangun.
  2. Jaga keikhlasan serta perbanyaj istigfar dan zikir, boleh jadi dosa dan kelalaian dirilah yang mengakibatkan sulitnya kita untuk bangun kemudian beribadah.
  3. Mengingat manfaat ibadah pada waktu ini- baik itu Tahajud ataupun shalat jamaah Subuh, manfaat dunia maupun akhirat-tulis jika perlu dalam lembaran atau tempat yang mudah dilihat dalam jumlah yang mencukupi untuk ditampilkan secara bergantian tiap harinya, agar semangat baru terasa tiap kali membacanya.
  4. Sebelum tidur, lakukan adab-adab yang dituntunkan syari'at, seperti berwudhu, berdoa, posisi tidur, dan sebagainya. Penjagaan Allah diawali dari penjagaan kita terhadap tuntutan yang telah digariskan-Nya. InsyallAllah akan terasa mudah sekali untuk bangun malam jika poin ini terpenuhi.
  5. Kenali lama tidut ideal masing-masing kita. Apakah itu 5 jam, 6 jam, 7 jam; sehingga kita tahu kapan saat harus tidur dengan memperkirakan waktu bangun sekitar jam 3 dini hari. Beberapa rekan menyatakan, "Asalkan tidur tidak lebih dari 11 malam, insya Allah paginya bisa bengun untuk shalat malam." Lebih baik kerjakan tugas/lembur saat dini hari, daripada malam harinya.
  6. Jangan melupakan tidur siang selagi ada kesempatan. Tidur siang memperkuat daya tehan kita untuk bangun malam harinya.
  7. Letakkan bel/alaram pada tempat yang kurang terjangkau tapi masih terdengar keras, semisal di bagian atas tempat tidur. Sehingga kita bangun tapi tidak sekedar untuk mematikan bel/ alarm tersebut. Jika perlu, saling mengingatkan/ membangunkan sesama teman.
  8. Berthap dalam mendidik diri. Maksudnya, pada awal pengerjaan ibadah, ambil rakaat Tahajut yang ringgan (2-4 rakaat) dengan jeda yang tidak terlalu jauh dengan shalat subuh. Setelah itu ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan kita.
  9. Lakukan "rewad and punishment" guna mendisiplinkan diri. Hanya saja, jangan terlalu keras menghukum diri, karena bisa berakibat keengganan untuk melnjutkan rangkaian ibadah ini.
Artikel lain:


Sumber: Buku Super Health, Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Ditulis oleh: Egha Zainur Ramadhani. Penerbit Pro-U Media. Halaman : 58-60.

Semoga Bermanfaat.....

Baca juga:

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Terbaru