Thursday, March 10, 2016

Mekanisme Terjadinya Hipertensi

Dikutip dari: Buku Menu Ampuh Atasi Hipertensi Mendeteksi, Mencegah Dan Mengobati. Oleh: Ira Haryani Suprapto. Penerbit NOTEBOOK. Tahun 2014. Halaman 18-21.

Hipertensi terjadi melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh Angiotencin Converting Enzyme (ACE). ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi dalam hati. Selanjutnya, oleh hormone rennin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjaddi angiotensin I menjadi angiotensin II. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kuci untuk menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama.

Artikel lain:
Sumber Gambar: www.pengensehat.com

Pertama, dengan meningkatkan sekresi hormone antidiuretik (ADH) dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitary) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urine. Meningkatnya ADH menyebabkan urin yang dieksekresikan keluar tubuh sangat sedikit antidiuresis), sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitsnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Dan kemudian terjadi peningkatan volume darah, sehingga tekanan darah akan meningkat.

Kedua, dengan menstimulasi sekresi aldosteron (hormone steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal) dari korteks adrenal. Pengaturan volume cairan ekstaseluler oleh aldosteron dilakukan dengan engurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorsinya dari tubulus ginjal. Pengurangan ekskresi NaCl menyebabkan naiknya konsentrasi NaCl yang kemudian diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler, maka terjadilah peningkatan volume dan tekanan darah.

Terjadinya peningkatan tekanan darah dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
1.       Meningkatnya kerja jantung ang memompa lebih kuat sehingga volume cairan yang mengalir setiap detik bertambah besar.
2.       Arteri besar kaku, tidak lentur, sehigga pada saat jantng memompa darah melalui arteri tersebut tidak dapat mengembang. Darah kemudian akan engalir melalui pembuluh yang sempit sehingga tekanan naik. Menebal dan kakunya dinding arteri pada orang yang berusia lanjut, dapat terjadi karena arteeioklerosis (penyumbatan pembuluh arteri). Peningkatan tekanan darah mungkin juga terjadi kaerna adanya rangsangan saraf atau hormone di dalam darah, sehingga arteri kecil mengerut  untuk sementara waktu.
3.       Pada penderita kelainan fugsi ginjal, terjadi ketidakmampuan membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga naik.
Arterti berfungsi mengatur tekanan darah, dan akan melebar jika aktivitasnya memompa jantung berkurang. Saat itu, cairan akan keluar dari sirkulasi dan tekanan darah akan turun. Ginjal juga berfungsi dalam pengendalian tekanan darah dengan cara mengatur pengeluaran garam dan air. Maka jika terjadi peningkatan tekanan darah, ginjal  akan menjalankan fungsinya dengan menambah pengeluaran garam dan air, sehingga volume darah berkurang dan tekanan darah kembali normal. Jika tekanan darah menurunm ginjal akan membantu meningkatkan volume darah dengan cara mengurangi pembuangan garam dan air sehinga tekanan darah kembali normal.

Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut rennin. Mengingat pentingnya fungsi ginjal dalam mengendalikan tekanan darah maka berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kelainan ginjal dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Sistem saraf otonom pada serabut-serabut otto kehusus jantung juga berperan dalam pengendalian tekanan darah da n bekerja ecara tp,atis dan bersifat tetap. Dan itu yang memgatur irama denyutan jantung, menalirkan darah yang kaya oksigen keseluruh tubuh dan menghasilkan darah yang kurang oksigen ke paru-paru agar bisa dilakukan pertukaran gas. Sistem saraf otonom akan mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga meningkatkan volume darah dalam tubuh. Sistem ini juga melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrine (nonadrenalin), yang merangsang jantung dan pembuluh darah.

Aktivitas tubuh seperti olahraga, pekerjaan rumah tangga, perasaan tertekan, cemas maupun rasa takut akan memengaruhi tekanan darah juga. Tekanan darah akan meningkat dan dapat menembus batas normal, kemudian kembali normal dengan beristirahat.

Sumber Gambar: www.bukalapak.com
Dikutip dari: Buku Menu Ampuh Atasi Hipertensi Mendeteksi, Mencegah Dan Mengobati. Oleh: Ira Haryani Suprapto. Penerbit NOTEBOOK. Tahun 2014. Halaman 18-21.

Baca juga:

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Terbaru