Sunday, December 6, 2015

Jangan Silau (Percaya Diri)

Setiap orang pernah merasa minder, ngak percaya diri saat mendengarkan cerita teman, melihat kemampuan orang lain, atau saat kita melihat kelebihan orang lain. Bisa jadi kita memang kalah atas kelebihan yang dimiliki orang tersebut, tapi kita jangan pernah lupa dan harus yakin bahwa kita juga memiliki kelebihan tersendiri di bidang lainnya. Oleh karena itu kita jangan pernah "Silau" atas kelebihan orang lain.

Artikel lain:
Ibarat bintang dilangit" saat malam hari, tiap bintang memancarkan cahayanya sendiri-sendiri, memiliki karakeristik cahaya sendiri. Demikian kita pula, sebagai individu kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, punya kemampuan yang berbeda-beda. Ibarat bintang yang memiliki cahaya, kita pun memiliki 'cahaya' sendiri yang bentuknya bisa dalam bentuk akhlak yang baik, tutur kata yang indah dan sopan, atau keahlian dan kemampuan tertentu.

Kita tidak perlu "silau" dengann 'cahaya' orang lain, yang lebih penting adalah bagaimana kita untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik, berlaku jujur, memperbaiki pola pikir agar lebih positif, optimis dsb. Dampaknya secara ngak langsung akan kita rasakan untuk diri sendiri, dan malah bisa dirasakan oleh orang sekitar. Bahasa kerennya bisa dibilang Inner Beauty kayaknya, intinya keindahan yang berasa dari dalam jiwa seseorang.

Tapi terkadang kita memang membutuhkan 'cahaya' orang lain untuk membantu kita ikutan bersinar. Butuh diinspirasi, butuh disuport, butuh didukung, butuh dimotivasi. Kita butuh untuk dibantu membangkitkan jiwa yang berada dalam kegelapan dan suramnya hari-hari (ini kalo lagi 'jatuh', biasanya). Dibantu untuk menyalakan api dalam jiwa agar memliliki cahaya sendiri dikemudian hari.

Saat kita merasa memiliki 'cahaya' yang terang benderang, sebisa mungkin untuk dibagi-bagi agar "daerah-daerah" yang masih gelap bisa merasakan indahnya cahaya yang terang benderang. Tapi jangan sampai karena "cahaya" yang dimiliki membuat kita lupa diri, bangga atas "cahaya" yang dimiliki dan akhirnya menjadi sombong. Karena kesombongan biasanya akan membawa seseorang pada kehancuran dilain waktu. Kalau diibaratkan dalam ilmu perbintangan, Bintang yang telah kehabisan "bahan bakar"nya nantinya akan hancur, memampat dan menjadi lubang hitam. Lubang hitam ini memiliki kemampuan menyerap cahaya, karena memiliki gaya gravitasi yang amat besar dan katanya memiliki kecepatan lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Soo... Berusahalah untuk menjaga cahaya dalam jiwa tetap menyala, jangan biarkan ia padam, bagikan cahaya tersebut keorang sekitar, berusaha meningkatkan intensitas "cahaya" yang dipancarkan. Namun jangan sampai lupa diri hingga jatuh pada kesombongan, karena diantara bintang yang besar dan amat bercahaya akan selalu ada bintang yang lebih besar dan bercahaya. Yuk, jangan silau dengan "cahaya" orang lain, percaya pada diri sendiri.......

Keep Confident...

Semoga bermanfaat....

Baca juga:

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Terbaru